MIOMEKTOMI PADA SEKSIO SESAREA DI BEBERAPA RUMAH SAKIT DAN RUMAH SAKIT BERSALIN DI MAKASSAR

(Laporan Pendahuluan)

Sharvianty Arifuddin, Tjien Ronny, Fajar Manuaba, Syahrul Rauf, Arifuddin Djuanna

Bagian/UP Obstetri dan Ginekologi FKUH/RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar

Abstrak

Tujuan : Menilai dampak miomektomi pada uterus hamil yang dilakukan seksio sesarea.
Rancangan penelitian : prospektif – deskriptif
Bahan dan cara : Dilakukan penelitian terhadap miomektomi bersamaan dengan seksio sesarea selama periode Januari 1996 sampai dengan Januari 2002 terhadap umur, paritas, cara menegakkan diagnosis, jumlah mioma, jenis mioma, lokalisasi mioma, jumlah perdarahan, dan kontraksi setelah miomektomi.
Hasil : Dari 63 pasien yang diteliti sebagian besar masih dalam usia reproduksi sehat (umur 20 – 34 tahun) sebanyak 44 pasien (69,8%) sedangkan yang berumur 35 tahun atau lebih sebanyak 13 pasien (30,2%). Pada 47 pasien (74,6 %) merupakan kehamilan paritas pertama, paritas 2 – 3 pada 10 pasien (15,9%) dan paritas 4 – 5 pada 6 pasien (9,5%). Penemuan Mioma sebagian terbesar secara kebetulan saat seksio sesarea pada 42 pasien (66.6%) sedangkan cara lain ditemukan dengan USG pada 10 pasien (15,9%) dan pada 11 pasien (17.5%) ditemukan dengan pemeriksaan fisis. Jumlah mioma yang ditemukan pada uterus umumnya 1 buah pada 37 pasien (58,7%), sebanyak 2 buah pada 17 pasien (27%) dan sebanyak  3 buah atau lebih pada 9 pasien (14,3%). Jenis mioma yang ditemukan : subserosa pada 49 pasien (77,8%), intramural pada 7 pasien (11,1%), submukosa pada 1 pasien (1,6%) dan kombinasi pada 6 pasien (9,5%).  Lokalisasi mioma yang ditemukan sebagian besar pada korpus depan sebanyak 43 mioma (49,4%), pada fundus 21 mioma (24,1%), pada korpus belakang 13 mioma (14,9%), pada lateral kiri 7 mioma (8,1%) dan pada lateral kanan 3 mioma (3,5%). Jumlah perdarahan pada saat dilakukan miomektomi kurang dari 50 cc ditemukan pada 31 pasien (49,2%), antara 50 – 100 cc  pada 24 pasien (38,1%), antara 101 – 150 cc pada 2 pasien (3,2%), antara 150 – 200 cc pada 5 pasien (7,9%) dan diatas 200 cc pada 1 pasien (1,6%). Setelah dilakukan miomektomi tidak ditemukan gangguan kontraksi pada seluruh pasien.
Kesimpulan : Hasil sementara tindakan miomektomi pada saat dilakukan seksio sesarea tidak menimbulkan penyulit berupa perdarahan dan gangguan kontraksi.
Kata kunci : miomektomi, seksio sesarea, perdarahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *