Maisuri T. Chalid
Subbagian Fetomaternal, Bagian Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar
ABSTRAK
Pada tahun 1996, WHO memperkirakan sekitar 585.000 ibu meninggal setiap tahunnya dalam kehamilan atau persalinan, sementara 99% di antaranya terjadi di negara berkembang, termasuk negara kita. Yang sangat memprihatinkan, adalah kenyataan bahwa kematian ibu di Indonesia merupakan tertinggi di negara ASEAN (15 kali lebih tinggi dibanding Malaysia, 10 kali lebih tinggi daripada Thailand, atau 5 kali lebih tinggi daripada Filipina). Kondisi yang tragis ini, dalam banyak hal, sebenarnya dapat dicegah dengan aplikasi asuhan/pelayanan kesehatan maternal yang sederhana, namun bermanfaat dalam menekan angka kematian ibu.
Gerakan nasional Making Pregnancy Safer menerapkan strategi pelayanan kesehatan maternal dan neonatal yang baku, cost effective, dan berdasarkan bukti (evidence based).
Praktek-praktek kedokteran, termasuk dalam asuhan persalinan saat ini harus mengacu pada prinsip evidence based medicine, di mana setiap tindakan/ keputusan klinik tidak cukup hanya berdasarkan intuisi, pengalaman klinik yang tidak sistematis, dan penalaran patofisiologi saja, tetapi menekankan perlunya melihat bukti-bukti penelitian. Oleh karena itu, pada sesi ini akan dipaparkan praktek-praktek yang terbukti bermanfaat, tidak bermanfaat dan bahkan merugikan dalam asuhan persalinan.
Leave a Reply