Menteri Riset dan Teknologi Prof. dr. Ir Gusti Muhammad Hatta meresmikan Rumah Sakit Unhas Laboratorium Bayi Tabung, Hasanuddin FertiLy Centre, Jl Printis Kemerekaan, Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Jum’at (11/5/2012) Dalam acara peresmian tersebut hadir pula Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah, Rektor Unhas, Prof Dr dr Idrus Paturusi, SpBO beserta beberapa Pembantu Rektor dan Dekan di lingkup Kampus Unhas.
Acara pembukaan tersebut ditandai dengan pengguntingan Pita oleh Menristek. Selanjutnya melakukan peninjauan ruangan di Hasanuddin FertiLy Centre untuk melihat sejauh mana fasilitas yang ada di dalam rumah sakit tersebut. Ruang yang dikunjungan seperti ruangan laboratorium biologi mokuler dan ruang laboratorum seluler, laboratorium infeksi biosafety level tiga.
Dalam kesempatan tersebut Menristek menjelaskan bahwa hingga saat ini, rumah sakit yang memiliki laboratorium bayi tabung di Indonesia baru 16 rumah sakit.Khusus di Indonesia bagian Timur baru Universitas Hasanuddin yang memiliki Laboratorium serupa. “Ini luar biasa buat Universitas Hasanuddin yang telah mampu menarik beberapa pasien bayi tabung,” kata Gusti.
Dia, Gusti menambahkan, Universitas Hasanuddin merupakan gebrakan yang terdepan, “saya akui Unhas adalah yang terbaik di bidang Kedokteran dan Kesehatan di Indonesia Timur, serta lebih maju dibandingkan Universitas lain yang ada di bagian kawasan timur, “kata Gusti.
Rektor Unhas Idrus Paturusi menjelaskan dengan adanya rumah sakit Unhas laboratorium bayi tabung, Hasanuddin FertiLy Centre sudah ratusan pengunjung yang datang bahkan dari pulau kalimantan juga datang disini untuk melakukan pemeriksaan, penyuntikan dan konsultasi soal bayi tabung, kata Rektor Unhas Idrus Paturusi.
Sementara Cordinator of Obsterics dan Gynecology Specialization Study Program Dr dr Nasratuddin Abdullah, SpOG, MARS, menjelaskan dalam satu kali suntikan hormon itu biaya yang harus dikeluarkan Rp 1.5 juta dan selama masa proses bayi tabung berlangsung pasien bisa disuntik 15-16 kali, jadi total dalam masah proses pembuahan kandungan bisa mencapai Rp 60 juta dan ini sudah biaya secara nasional ditetapkan
Namun pasien atau ibu yang melakukan bayi tabung kita akan seleksi umur, sebab faktor penghambat tumbuhnya janin adalah umur. “umur dengan angka 40 tahun ke atas bukan tidak bisa melainkan sulit untuk di buahi, “kata Nasratuddin
Leave a Reply