GANGGUAN HAID PADA ATLIT DAN BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

Yumi Kartika Sasi, Eddy R. Moeljono, Eddy Hartono

ABSTRAK

Tujuan: mengetahui angka kejadian gangguan haid pada atlit dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta mekanisme hormonal (prolaktin) yang mendasari terjadinya gangguan haid tersebut.
Rancangan Penelitian: Observational Study dengan disain Cross-Sectional Study
Bahan dan Cara: sampel adalah semua atlit wanita yang mengikuti pelatihan intensif di Pusat Pelatihan Atlit dalam persiapan PON  XVI 2004 dengan metode Purposive Sampling dan semua atlit ini diambil sampel darahnya untuk pemeriksaan kadar prolaktin.
Hasil: Diperoleh 50 orang atlit wanita berumur antara 15 – 40 tahun dengan rerata 22,92 tahun. Lama jadi atlit 2 – 32 tahun dengan rerata 9,6 tahun. Lama latihan 4,0 – 8,0 jam/hari. Riwayat menarke 10 – 15 tahun (94,0%). Atlit mengalami gangguan haid 16 orang (32,0%) dan 6 orang (12,0%) menunjukkan kadar prolaktin tinggi. Dari cabang olahraga atletik (lari jarak jauh), balap sepeda, dan dayung  sebanyak 9 orang (18,0%) dikategorikan kelompok aerobik sementara cabang olahraga atletik (lari jarak pendek), anggar, karate, judo, pencak silat, panjat tebing,  takraw, tenis lapangan, renang/renang indah, ski air dan panahan  41 orang (92,0%) dikategorikan kelompok anaerobik. Terdapat hubungan bermakna (p<0,05) antara kelompok cabang olahraga dengan gangguan haid terutama pada kelompok olahraga aerobik. Tidak ditemukan hubungan bermakna (p>0,05) antara gangguan haid dengan lamanya latihan/hari. Tidak ditemukan hubungan bermakna (p>0,05) antara kelompok cabang olahraga dengan kadar prolaktin tinggi. Tidak ditemukan hubungan bermakna (p>0,05) antara lamanya latihan/hari dengan kadar prolaktin tinggi. Tidak ditemukan hubungan bermakna (p>0,05) antara kadar prolaktin tinggi dengan terjadinya gangguan haid. Ditemukan hubungan bermakna (p<0,05) antara lamanya menjadi atlit dengan terjadinya gangguan haid, dimana lebih tinggi pada yang lama jadi atlit < 5 tahun dari pada 5 – 10 tahun dan > 10 tahun. Tidak ditemukan hubungan bermakna (p>0,05) antara lamanya jadi atlit dengan kadar prolaktin tinggi.
Kesimpulan: Ditemukan gangguan haid sebesar 32,0% pada atlit yang melakukan latihan intensif. Ini berhubungan dengan kelompok cabang olahraga (aerobik) dan lama jadi atlit (< 5 tahun). Lama latihan tidak terbukti berhubungan dengan terjadinya gangguan haid, begitupula dengan tingginya kadar prolaktin.
Kata kunci: gangguan haid, atlit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *