EKSPRESI PROTEIN p53 PADA KANKER OVARIUM (LAPORAN PENDAHULUAN)

EKSPRESI PROTEIN p53 PADA KANKER OVARIUM

(LAPORAN PENDAHULUAN)

 

Hawreyvian Rianda Seputra, Syahrul Rauf, Arifuddin Djuanna, Rina Masadah*

 

Bagian Obstetri dan Ginekologi

*Bagian Patologi Anatomi

Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

 

Abstrak

Tujuan : Mencari hubungan antara ekspresi protein p53 dengan stadium, derajat diferensiasi dan jenis histopatologi kanker ovarium.

Tempat : Rumah sakit – rumah sakit pendidikan di Makassar.

Metode : Penelitian observasional dengan desain cross sectional study.

Bahan dan cara : Pasien dengan hasil pemeriksaan Patologi Anatomi dinyatakan kanker ovarium ganas, diperiksakan ekspresi protein p53-nya dengan teknik imunohistokimia.

Hasil : diperoleh 15 sampel, terkumpul antara Oktober 2005 – Januari 2006 dengan karakteristik terbanyak pada kelompok umur < 45 tahun dan 45 – 60 tahun (46,67%), tingkat pendidikan SD (33,33%), tidak bekerja (60,00%), kawin (80%), nullipara (46,67%), tanpa riwayat pemakaian kontrasepsi (86,67%) dan tanpa riwayat terapi hiperstimulasi (100%). Ekspresi protein p53 dapat ditemukan pada 66,67% kasus dengan derajat 4 merupakan kelompok terbanyak (60%). Ditemukan ekspresi protein p53 pada sebagian besar penderita kanker ovarium dan terutama pada stadium lanjut berdasarkan FIGO. Berdasarkan gambaran histologi, ditemukan gambaran histologi serosum yang lebih dominan dibandingkan gambaran histologi lainnya, demikian juga pada derajat diferensiasi jelek.

Kesimpulan : Ditemukan ekspresi protein p53 pada sebagian besar penderita kanker ovarium dan lebih banyak ditemukan pada stadium lanjut berdasarkan FIGO, kanker ovarium jenis serosum serta berdiferensiasi jelek.

Kata kunci : Protein p53, kanker ovarium ganas, imunohistokimia

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *