Rudy Butje, Josephine L.T, Telly Tessy
Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
RS Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar
ABSTRAK
Tujuan: Untuk mengetahui densitas mineral tulang pada primigravida trimester ketiga.
Rancangan: observasional dengan pendekatan cross sectional.
Metode : Wawancara dengan kuesioner. Pemeriksaan densitas mineral tulang dengan Achilles Express Bone Ultrasonometer pada tumit, pemeriksaan tinggi badan dan berat badan wanita primigravida trimester ketiga dan nulipara di RSIA Siti Fatimah, RSU Daya, BKIA Rakyat di kota Makassar sejak 1 September 2003 hingga 31 Mei 2004.
Hasil: Dari 160 wanita, didapatkan 10 wanita primigravida trimester ketiga yang mengalami osteoporosis, 34 wanita osteopeni dan 14 orang nulipara yang mengalami osteopeni. Terdapat perbedaan bermakna : skor T antara wanita primigravida trimester ketiga dengan wanita nulipara (p=0,000); primigravida trimester ketiga dan nullipara dengan DMT (p=0,000, Cramer’s V 41,2%); berat badan primigravida trimester ketiga dan nulipara dengan DMT (45,00+ 5,402 vs 49,63 + 7,085 vs 51,32 + 6,249 ,p=0,018); olahraga primigravida trimester ketiga dan nulipara dengan DMT (uji chi square p= 0,044); kalsium primigravida trimester ketiga dgn DMT (uji chi square p= 0,003) ;minum susu primigravida trimester ketiga dgn DMT (uji chi square p= 0,007); olahraga nulipara dengan DMT (uji chi square p= 0,009);minum susu nulipara dengan DMT (p=0,007).
Kesimpulan: DMT menurun pada primigravida trimester ketiga dibandingkan nulipara. Pada primigravida trimester ketiga dan nulipara ,berat badan dan olahraga berpengaruh pada peningkatan DMT. Pada primigravida trimester ketiga, faktor penggunaan kalsium dan minum susu berpengaruh terhadap peningkatan DMT. Pada nulipara faktor olahraga dan minum susu berpengaruh terhadap peningkatan DMT.
Kata kunci:primigravida,nulipara, densitas mineral tulang(DMT)
Leave a Reply