Budi Zulhardi , IMS Murah Manoe
Bagian Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar
ABSTRAK
Tujuan : Untuk memperoleh informasi tentang kejadian kematian perinatal dan profil yang mungkin berpengaruh terhadap angka kejadian kematian perinatal.
Tempat : BLU RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar
Rancangan : Kasus Kontrol
Bahan dan Cara Kerja : Data pasien kematian perinatal dan pasien kontrol diperoleh dari buku register dan rekam medik mulai 1 Januari 2006 sampai 31 Desember 2007, faktor risiko diuji dengan analisis bivariat (uji X2 atau Chi Square Test) kemudian dilakukan analisis multivariat regresi logistik berganda.
Hasil : Didapatkan 196 (11,29 %) kasus kematian perinatal dari 1741 persalinan. Profil yang bermakna untuk terjadinya kematian perinatal : usia kehamilan < 37 minggu dan >42 minggu ( p = 0,000 ; OR = 9,257), paritas 1dan =4 ( p = 0,019; OR = 0,223 ), lama pendidikan ibu < 9 tahun ( p = 0,000; OR = 3,005), berat badan bayi <2500 gram dan >4000 gram ( p = 0,000; OR = 10,942) serta ketidakteraturan melakukan kunjungan asuhan antenatal ( p = 0,000; OR = 8,226). Dari kelima profil yang paling erat berhubungan, berturut-turut; kunjungan asuhan antenatal yang tidak teratur, berat badan bayi <2500gram dan>4000gr, usia kehamilan<37 minggu dan >42 minggu , lama pendidikan = 9 thn dan paritas 1dan =4.
Simpulan : Kejadian kematian perinatal sebesar (127,27 ‰) dengan profil paling erat berhubungan ; ketidakteraturan melakukan kunjungan asuhan antenatal, berat badan bayi <2500gr dan >4000gr, usia kehamilan <37 minggu dan >42 minggu, lama pendidikan = 9 thn dan paritas 1dan =4.
Kata Kunci : Kematian perinatal, Profil
Kata Kunci : Kematian janin dalam rahim, faktor risiko
Leave a Reply