EVALUASI VISUM ET REPERTUM KASUS DUGAAN PERKOSAAN DI RS POLISI ANDI MAPPAODANG

Semuel, Syahrul Rauf

BAGIAN/SMF OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR

Abstrak

Tujuan : Melihat gambaran umum kasus-kasus dugaan perkosaan
Rancangan : Retrospektif deskriptif.
Tempat : Bagian/SMF Obstetri dan Ginekologi RS Polisi Andi Mappaodang Makassar
Metoda : Data diperoleh dari catatan medik RS Polisi Andi Mappaodang  yang memuat catatan permintaan visum et repertum mulai Januari 1999 sampai dengan Desember 2002. Data tersebut kemudian disusun dan disajikan dalam bentuk tabel-tabel.
Hasil : Dari 64 catatan permintaan visum et repertum dalam kurun penelitian, umur korban perkosaan terbanyak adalah berusia 11-15 tahun (45,31%). Dengan status sosial sebagai pelajar (57,81%). Alasan korban melapor/dilaporkan sebagian besar adalah karena merasa sakit dikemaluan (37,5%) dengan selang waktu antara saat kejadian dengan saat melapor rata-rata lebih dari 1 hari (31,25%).
Luka-luka yang sering ditemukan pada korban dugaan perkosaan terbanyak hanya alat kelamin saja (45,31 %).
Keadaan himen korban saat melapor atau dilakukan visum dengan robekan himen yang  baru adalah sebanyak 40,63 %.
Kesimpulan : Pelajar pada usia 11-15 tahun merupakan kelompok terbanyak yang menjadi korban   
                      perkosaan
Kata Kunci : Visum et repertum, Perkosaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *