Analisis Kasus Dismenore Primer Pada Remaja Putri Di Kotamadya Makassar

Ricky Susanto, Nasrudin AM, Nusratuddin Abdullah

Divisi Fertilitas dan Endokrinologi Reproduksi
Bagian Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
Makassar

Abstrak
Tujuan : Mengetahui karakteristik dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kasus dismenore primer pada remaja putri di Kotamadya Makassar tahun 2008
Tempat : Kotamadya Makassar.
Rancangan : Cross sectional Analitik.
Metode :  Data primer diperoleh dari pengisian kuesioner yang dibagikan kepada remaja putri pada beberapa wilayah di Kotamadya Makassar. Selanjutnya dianalisis  dengan SPSS for Windows  13 dan Minitab 14.
Hasil : Telah dilakukan penelitian pada 997 remaja putri dan diperoleh jumlah dismenore sebanyak 935 kasus (93,8%). Usia menarke responden terbanyak 13 – 15 tahun yaitu 725 responden (72,7%), keluhan dismenore terbanyak antara usia 13-15 tahun dengan 53,9% kasus, dismenore derajat sedang dengan 47,3% kasus, awitan dismenore dirasakan sama pada siklus berikutnya dengan 50,1% kasus, lokasi dismenore dirasakan pada perut bagian bawah dengan 77,8% kasus, keluhan penyerta pusing dengan 52,0% kasus, tidak ada gangguan aktivitas dengan 64,1% kasus, tidak perlu berkonsultasi ke dokter dengan 95,9% kasus, dan 95,9% kasus tidak perlu pengobatan. Pada uji statistik tampak kelompok usia menarke < 13 tahun, 13-15 tahun dan >15 tahun berbeda dalam mempengaruhi usia saat pertama kali mengalami dismenore (p-value 0.000 dan 0.001). Derajat dismenore tidak dipengaruhi oleh 3 faktor pola haid (Chi-Square tests p-value masing-masing 0,485; 0,470; dan 0,013). Faktor gizi menurut BMI berpengaruh terhadap derajat dismenore (Chi- Square tests p-value 0.002). Tidak ada pengaruh kecemasan terhadap derajat dismenore (Chi-Square test p-value 0.583).
Kesimpulan : Pada remaja dismenore primer umumnya terjadi pada 2 tahun pertama usia menarke, usia menarke dan faktor gizi berpengaruh terhadap dismenore primer. Sedangkan pola haid dan kecemasan tidak berpengaruh terhadap dismenore primer.
Kata kunci : Dismenore primer, remaja putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *