Ardiansjah Dara Sjahruddin, Josephine LT
Bagian Obstetri & Ginekologi
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin
ABSTRAK
Tujuan : Menganalisis beberapa karakteristik akseptor yang berkaitan dengan pemilihan Medis Operatif Wanita (MOW) sebagai kontrasepsi.
Tempat dan waktu : RSIA St. Fatimah Makassar periode 1 Januari – 31 Desember 2007.
Rancangan : Studi cross sectional dengan menggunakan data dari catatan medik (retrospektif).
Bahan dan cara : Populasi penelitian adalah semua akseptor kontrasepsi efektif terpadu. Kemudian subyek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok akseptor MOW sebagai subyek penelitian dan kelompok akseptor kontrasepsi hormonal serta AKDR sebagai kontrol. Karakteristik akseptor yang diamati adalah umur, paritas, pendidikan, pekerjaan, agama, pekerjaan suami dan status sosial ekonominya. Dilakukan uji statistik dengan analisis bivariat (X2 atau Fisher Exact test) dan analisis multivariat (regresi logistik berganda).
Hasil : Terdapat 145 akseptor kontrasepsi efektif terpadu, terdiri dari akseptor MOW sebanyak 102 orang dan akseptor kontrasepsi hormonal serta AKDR sebanyak 43 orang. Dari hasil analisis multivariat (regresi logistik berganda), ada 5 karakteristik yang benar – benar mempunyai hubungan bermakna (p < 0,001) dengan pemilihan MOW sebagai kontrasepsi, yaitu sosial ekonomi (AOR : 25,5; CI 95% : 2,6 – 61,4), paritas (AOR : 17,3; CI 95% : 3,9 – 74,7), umur (AOR : 12,5; CI 95% : 2,6 – 61,4), pendidikan (AOR : 8,2; CI 95% : 1,1 – 62,7) dan pekerjaan (AOR : 4,8; CI 95% : 0,8 – 27,3).
Kesimpulan : Karakteristik akseptor yang benar – benar berhubungan bermakna secara statistik dengan pemilihan MOW sebagai kontrasepsi, sesuai urutan kekuatan hubungannya adalah sosial ekonomi, paritas, umur, pendidikan dan pekerjaan.
Kata kunci : Karakteristik, Akseptor, Medis Operatif Wanita
Leave a Reply