FISTULA VESIKOVAGINAL DAN URETROVAGINAL PASCA SEKSIO HISTEREKTOMI SUBTOTAL

FISTULA VESIKOVAGINAL DAN URETROVAGINAL PASCA SEKSIO HISTEREKTOMI SUBTOTAL
(LAPORAN KASUS)

Fadillah, Trika Irianta, Arifuddin Djuanna, Harry Nursaly*
*Bagian Bedah Urologi
Sub bagian Uroginekologi dan Bedah Rekonstruksi Panggul
Bagian Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

 

Abstrak
Latar Belakang: Di negara sedang berkembang seperti Indonesia, masih banyak ditemukan persalinan yang berlangsung lama, dan penanganannya tidak memadai. Hal ini dapat menyebabkan timbulnya bermacam-macam komplikasi, seperti fistula. Fistula dapat terjadi pada jutaan wanita di negara sedang berkembang, dimana setiap tahun diperkirakan 50.000 sampai 100.000 wanita yang menderita fistula. Fistula obstetrik merupakan penyebab morbiditas kehamilan terbesar.
Kasus: Wanita, PIA0, 37 tahun, dengan keluhan inkontinensia urin setelah seksio histerektomi subtotal di RSUD daerah 4 bulan yang lalu karena partus lama dan ruptur uteri inkomplit. Pada pemeriksaan dalam vagina didapatkan defek pada puncak vagina ? 3 cm, inspekulo didapatkan urin mengalir pada lubang ? 3 cm di puncak vagina, pada sondase didapatkan uretra buntu. Pada pemeriksaan USG abdomen didapatkan buli-buli dan organ dalam rongga pelvis tidak dapat dievaluasi karena buli-buli tidak pernah terisi. Pada pemeriksaan IVU didapatkan fungsi kedua ginjal baik dan kontras tidak mengisi fistel. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisis dan penunjang, maka ditegakkan diagnosis fistula vesikoservikouretrovaginalis. Durante operasi dilakukan eksplorasi, ternyata terdapat 2 fistula yaitu fistula vesikovaginal dan uretrovaginal. Bekerjasama dengan bagian bedah urologi, dilakukan repair fistula secara transabdominal retroperitoneal (repair fistula vesikovaginal) dan transvaginal (repair fistula uretrovaginal). Perawatan pasca operasi penderita tidur posisi berbaring tengkurap dan immobilisasi selama 14 hari, kandung kemih dikosongkan dengan mempertahankan foley kateter no. 24 selama 14 hari dan menjaga jangan sampai buntu, memasang drain retroperitoneal. Pada hari ke-14 pasien dipulangkan dengan kateter terpasang dengan urin masih merembes. Minggu ke-6 pasca operasi, setelah 3 kali kontrol di poliklinik, didapatkan rembesan urin mulai berkurang.
Kata kunci: fistula vesikovaginalis, fistula uretrovaginalis, repair.
 
1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *