NON ELASTIK DALAM TAKSIRAN BERAT BADAN JANIN
Prima Deri Pella T, Sri Tadjuddin Chalid, IMS. Murah Manoe
Bagian Obstetri dan Ginekologi
Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin / RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo
Makassar – Indonesia
ABSTRAK
Tujuan : Untuk mengetahui cara yang lebih baik dalam penentuan taksiran berat badan janin dengan aplikasi modifikasi rumus Johnson menurut Syahrir dengan menggunakan jangka panggul dan pita non elastik.
Rancangan : Penelitian Observasional dengan pendekatan cross sectional study.
Bahan dan Cara : Telah dilakukan pemeriksaan taksiran berat badan janin pada 300 pasien inpartu dengan menggunakan jangka panggul dan pita non elastik. Dilakukan pengukuran tinggi fundus uteri oleh orang yang sama, masing-masing dua kali pada sampel yang sama. Data-data yang diperoleh dijumlah dan diolah dengan menggunakan rumus :
TBBJ = (TFU -13 ) 151 + 1030 gram (menggunakan jangka panggul)
TBBJ = (TFU -13 ) 151 + 190 gram (menggunakan pita non elastik)
Tempat : Rumah Sakit Bersalin Siti Fatimah sejak bulan Oktober 2001 – Maret 2002.
Hasil : Ada perbedaan bermakna antara berat badan janin dengan berat badan lahir baik menggunakan jangka panggul maupun pita non elastik ( p < 0,05 ). Perbedaan yang ditemukan lebih kecil bila menggunakan jangka panggul dari pada pita non elastik. Nilai akurasi dari pada jangka panggul (96,5 %) lebih tinggi dari pada nilai akurasi pita non elastik (94,3 %).
Faktor yang berpengaruh adalah umur kehamilan, paritas, berat badan ibu, tinggi badan ibu dan jenis kelamin bayi. Untuk melihat nilai akurasi dipakai rumus : 100 % – persentase kesalahan
Kesimpulan : Untuk menaksir berat badan janin lebih tepat menggunakan jangka panggul karena lebih mendekati berat lahir dibandingkan pita non elastik.
Kata kunci : Taksiran berat badan janin, jangka panggul, pita non elastik.
Leave a Reply