dr. Eddy Tiro, Sp.OG(K)
IMD singkatan dari inisiasi menyusu dini, adalah usaha aktif bayi untuk menyusu dalam satu jam pertama kelahiran, baik persalinan normal maupun seksio sesaria dengan difasilitasi oleh tenaga kesehatan (dokter/bidan yang menolong persalinan). Bayi diletakkan di perut dan dada ibu segera setelah lahir dan diberi kesempatan untuk mulai menyusu sendiri dengan cara merangkak mencari payudara (the breast crawl) dan membiarkan kontak kulit bayi dan ibu setidaknya selama satu jam bahkan lebih sampai bayi menyusu sendiri. Jam pertama bayi menemukan payudara ibunya adalah awal suatu ”life-sustaining between mother and child”
TUJUAN IMD :
• Memperkenalkan “bonding attachment” dengan ibu sesegera mungkin melalui inisiasi menyusu dini.
• Mempertahankan kondisi bayi baru lahir dalam keadaan sehat secara optimal
• Mencegah hipotermi
• Mencegah perdarahan pasca persalinan
• Mempercepat produksi ASI
• Memberi perlindungan alamiah (imunisasi) bagi bayi
SYARAT DAPAT DILAKUKANNYA IMD :
• Dilakukan pada bayi baru lahir cukup bulan, sehat dan bayi prematur berisiko rendah yang lahir setelah kehamilan 35 minggu tanpa masalah pernapasan (stabil). Kondisi ibu juga dalam keadaan stabil yaitu ibu tanpa komplikasi kehamilan/persalinan seperti preeklampsi berat/eklampsi, anemia berat (pendarahan pasca persalinan), diabetes melitus yang tidak terkontrol, penyakir jantung (NIHA 3 dan 4), asma dan penyakit-penyakit khusus lain seperti penyakit autoimun dll.
• Tersedianya sarana dan prasarana penanganan untuk bayi baru lahir.
• Tersedianya tenaga medis dan paramedis terlatih.
KEUNTUNGAN IMD BAGI IBU DAN BAYI
I. Keuntungan kontak kulit dengan kulit untuk bayi
• Mengoptimalkan hormonal ibu dan bayi
• Kontak memastikan perilaku optimum menyusu berdasarkan insting ibu dan bayi :
– Menstabilkan pernapasan bayi
– Mengendalikan temperatur tubuh bayi
– Memperbaiki/mempunyai pola tidur yang baik
– Mendorong keterampilan bayi untuk menyusu yang lebih cepat dan efektif
– Meningkatkan kenaikan berat badan (kembali ke berat lahirnya dengan lebih cepat)
– Meningkatkan hubungan psikologis antara ibu dan bayi
– Tidak terlalu banyak menangis selama satu jam pertama
– Menjaga kolonisasi kuman yang aman dari ibu di dalam perut bayi sehingga memberikan perlindungan terhadap infeksi
– Bilirubin akan lebih cepat normal dan mengeluarkan mekoneum lebih cepat sehingga menurunkan ikterus bayi baru lahir
– Kadar gula dan parameter biokimia lain yang lebih baik selama beberapa jam pertama kehidupannya
II. Keuntungan kontak kulit dengan kulit untuk ibu:
• Merangsang produksi oksitosin dan prolaktin pada ibu
• Oksitosin berfungsi:
– Membantu kontraksi uterus sehingga dapat mencegah perdarahan pasca persalinan
– Merangsang pengeluaran kolostrum (air susu pertama yang banyak mengandung antibodi)
– Penting untuk bonding (kelekatan) hubungan ibu dan bayi (oksitosin disebut “love hormone”)
– Ibu lebih tenang dan lebih tidak merasa nyeri saat plasenta lahir dan prosedur paska persalinan lainnya
• Prolaktin berfungsi:
– Meningkatkan produksi ASI
– Membantu ibu mengatasi stress
– Mendorong ibu untuk tidur dan relaksasi setelah bayi selesai menyusu
– Menunda ovulasi
III. Keuntungan menyusu dini untuk bayi:
• Merangsang kolostrum segera keluar
• ASI/kolostrum merupakan makanan dengan kualitas dan kuantitas yang optimal sesuai dengan kebutuhan bayi
• Memberikan kesehatan bayi dengan kekebalan pasif yang segera kepada bayi; kolostrum adalah imunisasi pertama bagi bayi
• Meningkatkan kecerdasan
• Membantu bayi mengkoordinasikan hisap, telan, dan napas
• Meningkatkan jalinan kasih sayang ibu-bayi
• Mencegah kehilangan panas
IV. Keuntungan menyusu dini untuk ibu:
• Merangsang produksi oksitosin dan prolaktin
• Meningkatkan keberhasilan produksi ASI
• Meningkatkan jalinan kasih saying ibu-bayi
V. Memulai menyusu dini memberi manfaat yang lain:
• Dapat mencegah 22% kematian bayi dibawah umur satu bulan di Negara-negara berkembang
• Meningkatkan keberhasilan menyusui secara eksklusif selama enam bulan dan meningkatkan lamanya bayi disusui
• Merangsang produksi ASI
• Memperkuat refleks menghisap bayi; refleks menghisap bayi paling kuat dalam beberapa jam pertama setelah lahir.
Lima urutan perilaku bayi saat menyusu pertama kali:
1. Bayi beristirahat dan melihat dalam 30 menit pertama
2. Bayi mulai mendecak bibir dan membawa jarinya kemulut
3. Bayi mengeluarkan air liur
4. Bayi menendang, menggerakkan kaki, bahu, lengan dan badannya ke arah dada ibu dengan mengandalkan indra penciumannya
5. Bayi melekatkan mulutnya ke puting ibu
Langkah 2-5 terjadi dalam 30-60 menit setelah bayi lahir dengan kontak kulit ibu dan bayi terus menerus tanpa terputus
PERLU MENDAPAT PERHATIAN UNTUK IMD:
• Kontak kulit dengan kulit segera setelah lahir
• Tidak diperlukan makanan dan minuman lain untuk bayi, cukup hanya ASI
• Air Susu Ibu adalah hadiah sangat berharga yang dapat diberikan orang tua pada bayinya
• Pada keadaan miskin, ASI mungkin merupakan hadiah satu-satunya yang dapat diberikan pada bayi
• Pada keadaan bayi sakit, ASI merupakan pemberian yang dapat menyelamatkan jiwanya
• Ibu dan bayi tetap tidak dipisahkan selama 24 jam, dirawat gabung dan pemberian pre-laktal dihindarkan
* Divisi Obginsos Bagian OBGIN FK-UNHAS / SMF Obgin BLU RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Tanggal 28 Oktober 2009
Leave a Reply